SELAMAT HARI IBU

happy mothers day

Kemarin, tepatnya tanggal 22 Desember, seperti biasa ada perayaan khusus untuk kaum perempuan di Indonesia. Kita memperingati Hari Ibu. Menurut sejarah, pada tanggal tersebut, di tahun 1928 silam, diadakan Kongres Perempuan Indonesia I yang menjadi tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan di Indonesia. Baru pada Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938, tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa.
Untuk itu, meskipun sudah lewat sehari, sudah selayaknya saya juga ingin mengucapkan:

“Selamat Hari Ibu untuk seluruh Ibu dan calon Ibu di dunia”

Secara khusus, saya juga mempersembahkan ucapan itu untuk Ibu saya. Sungguh, bahkan kata itu tak sanggup mengganti semua cinta, kasih sayang dan semua hal yang telah Ibu saya berikan. Begitu banyaknya pengorbanan hidup beliau untuk saya.

Saya selalu menitikkan air mata setiap bercerita tentang Ibu. Ibu saya memang tak berpendidikan tinggi seperti ibu-ibu lain diluar sana. Tapi ilmu yang beliau bagi kepada saya bahkan jauh lebih berharga dari yang saya dapatkan dibangku sekolah.

Ibu yang mengajarkan saya baca tulis saat saya masih TK dulu, sehingga saat masuk SD saya sudah bisa membaca. Ibu yang mengajarkan saya naik sepeda ketika ada seorang teman yang mengejek saya karena masih memakai dua roda bantuan dikanan-kiri roda belakang. Ibu yang mengantarkan saya sekolah dari TK sampai kelas 2 SD menggunakan sepeda. Ya, sepeda. Sampai akhirnya kami pindah rumah didekat sekolah saya.

Ibu, yang selalu memaafkan setiap perkataan & perbuatan yang saya perbuat, meskipun itu sangat melukai hatinya. Ibu, yang selalu ada untuk saya.

Tak akan pernah ada satu orangpun yang mampu menggantikan posisinya dihati saya. Selamanya.

Dan selayaknya, rasa cinta dan sayang kita berikan bukan hanya pada tanggal 22 Desember, tapi setiap hari, setiap waktu. Karena beliau sangat berharga bagi kita.. :)

Love you, mom. So much.. :* :* :*

Sekedar bercerita…

“Jangan pernah mengesampingkan hak banyak orang demi ego pribadi”

Kata-kata itu yang membuat saya belajar satu hal, bahwa selayaknya kita juga harus memikirkan oranglain. Setidaknya, kejadian kemarin sore yang saya alamimemberikan saya pelajaran itu.

Kemarin, kebetulan ada seorang sahabat saya yang sedang liburan dan mudik. Rumahnya memang bukan di jogja, tapi dia sengaja mampir ke jogja untuk jalan-jalan dan bertemu dengan sahabat-sahabatnya, termasuk saya. Saya, sahabat pertamayang berkesempatan bertemu dengannya hari itu. Dan hari itu, kami habiskan untuk jalan-jalan membeli souvenir untuk teman-teman dan murid-muridnya di sana.

Sore hari, kami masih hunting macam-macam. Maklum, sahabat saya ini doyan belanja.Hehee. Dan saat itu, kami tak sengaja mampir ke toko pernak-pernik disamping pasar bringharjo karena pasar saat itu sudah tutup. Kami memang masuk kesana sudah sore, dan kami tidak tahu toko tersebut tutup jam berapa. Teman saya masih asyik memilih-milih barang-barang ketika saya menyadari bahwa pintu depan toko tersebut tinggal terbuka sedikit, menandakan toko sudah tutup. Tetapi, karena kami sudah didalam, kami diperkenankan untuk menyelesaikan proses belanja kami.

Teman saya tinggal membayar dikasir, ketika dia menyadari bahwa ada ruangan lain dilantai 2. Oke, saya sebernarnya sudah tahu, tetapi karena alasan waktu, saya sengaja tidak memberi tahu agar kami bisa cepat keluar dari toko itu. Tetapi, kenyataan berkata lain. Teman saya akhirnya bertanya apakah dia boleh melihat-lihat ruangan itu. Jelas, mbak-mbak SPG disana mengijinkan, padahal lampu sudah dimatikan. Saya, lebih memilih untuk menunggunya dibawah.

Agak lama, teman saya belum juga turun. Saya mulai gelisah. Saya melihat sekitar, ada puluhan SPG disana yang sudah siap-siap berdiri didekat pintu keluar untuk pulang, tapi belum juga keluar dari toko. Awalnya, saya berpikir mungkin ada kegiatan rutin untuk SPG setelah toko ini tutup. Tetapi, pikiran saya salah. Sekian puluh SPG itu belum juga keluar toko, karena menunggu kami. Ya, sepertinya aturan toko mengijinkan seluruh karyawannya pulang ketika semua pengunjung sudah keluar. Oke, saya benar-benar gelisah sekarang. Perasaan saya benar-benar tidak enak. Melihat mereka kecapekan, dan mereka harus menunggu kami.

Dengan tidak sabar, saya naik tangga dan bilang ke teman untuk segera turun karena tidak enak pada semua karyawan yang menunggu. Saya lega ketika kami mulai keluar toko. Didepan toko, saya sempat mendengar seorang ibu yang langsung menggendong anaknya (yang saat itu menjemput bersama suaminya) dan berkata “Ayo, kita sudah bisa pulang sekarang”, ketika melihat kami keluar. Sungguh, saya benar-benar tidak enak.

Diperjalanan, saya mengutarakan perasaan saya kepada teman.Tapi balasana teman saya membuat saya hampir tersulut emosi. Teman saya bilang, “Kalau aku sih enak-enak aja, kan pembeli adalah raja”

Oke, iya, memang pembeli adalah raja. Dari sudut pandang pembeli, mungkin teman saya ini benar. Tapi dari sudut pandang karyawan, mungkin kita yang tidak tahu diri.

Masalahnya, itu sudah jam tutup. Menurut saya, sudah sepantasnya kita yang harus tahu diri untuk segera menyelesaikan kepentingan di toko itu, bukan malah menuruti ego kita. Saya cuma memikirkan perasaan mereka, karyawan-karyawan itu, yang harus menunggu kita keluar toko agar mereka bisa pulang.

Saya dan teman saya memang tak sama. Pemikiran kami, sudut pandang kami, cara berpakaian kami, dan saya justru heran kenapa kami bisa dekat padahal untuk hal-hal kecil saja kami tak sepaham. Mungkin disitu uniknya.. :)

Saya menulis ini bukan untuk menjelek-jelekkan teman saya. Tapi semata-mata untuk pembelajaran kita semua. Semoga, kita bisa lebih bijak bertindak, agar tidak ada orang lain yang merasa dirugikan oleh kita. :)

-phia-

19 Desember 2011

MY TUMBLR

Iseng-iseng nyobain tumblr. Daaann..ternyata asyik juga. Bagi teman2 yang berminat untuk menengok, yuk mari ke sini,,,

www.pungkywidhiasari.tumblr.com

pTapi harap maklum ya kalau blognya masih ala kadarnya.. Hehehee,
Bagi yang punya tumblr juga, saling follow yukk.. :)

Salam,
Pungky “phia”

Random

Cuma ingin, ada 1 orang saja yang selalu ada disampingku. Kapanpun. Dimanapun.

Cuma ingin ada orang yang sama, yang selalu mengiringku dan menggenggam tanganku, kemanapun.

Cuma ingin 1 saja.

Tuhan, aku ingin satu saja.

 

*Uhuk-uhuk*. Habis nulis ini malah jadi aneh sendiri… :D

My Birthday…

Hay, hay, semuanya… Udah lama ninggalin rumah nih. Aduh, maaf ya kalau selama berkunjung ke sini kurang nyaman karena banyak debu dan kotoran dimana-mana. *bersih-bersih*

Ehem, akhirnya setelah beberapa bulan off nulis, sekarang bisa up-date blog lagi. Meskipun nggak akan nulis yang berat-berat sih. Sebenarnya, niat saya untuk up-date blog ini minimal sebulan sekali. Tapi karena satu dan lain hal, niat itu hanya sekedar niat tapi nggak ada realisasi. Harap maklum. Hehee.. Oke, mari mulai menulis.. :)

* * *

Hello, februari (Sudah agak basi sih, tapi nggak apa-apa laah).. Saya cukup berseri-seri ketika bulan ini datang. Entah, tapi rasanya di mata saya bulan ini berbeda dengan bulan yang lain. Saya sudah pernah menuliskan beberapa hal yang membuat saya suka dengan bulan Februari di sini. Dan betapa saya juga senang dengan angka 2 dan 8. Karena tanggal lahir saya yang cantik: 2288 (02021988).

More

Harmoni SCTV, Bukan Sekedar Konser Musik Biasa

Tulisan ini sebenarnya sudah lama saya tulis, tapi belum sempat saya upload karena beberapa sebab. Daripada mubazir, kali ini saya posting juga di sini…

* * *

Sudah sejak sekitar dua tahun yang lalu, televisi swasta seolah bersaing untuk memberikan program musik. Mulai dari RCTI dengan Dahsyat-nya, SCTV dengan Inbox, di susul Trans TV dengan Derings, serta beberapa program musik lainnya di beberapa stasiun televisi swasta. Bahkan, tak jarang konser musik megah-megahan dengan menampilkan sederet penyanyi papan atas di usung hampir setiap televisi swasta tersebut untuk event-event tertentu. Namun kali ini saya ingin menulis tentang salah satu acara di stasiun televisi swasta yang berbeda dari konser musik biasa pada umumnya.

More

Percakapan di suatu hari untuk menyemangati mereka…

Pada hari AIDS sedunia 1 Desember yg lalu, saya meng-update status di Facebook yg berbunyi:

“Hari AIDS sedunia..
Hate the disease, not the people.
Mari kita lawan epidemi penyakitnya & lawan diskriminasi thd pengidapnya. Jgn diskriminasi penderita AIDS. Kita lebih berbahaya bagi mereka ketimbang sebaliknya. Sepele bagi kita, serius bagi mereka. ♥ “

Setelah itu, ada satu komentar (dari kakak kelas kuliah saya. Saya tidak kenal, tapi saya tahu orangnya) tentang status saya tersebut. Bunyinya:

mau ga nikah ma cowo yg mengidap HIV?

dari satu komentar itu, percakapan saya dengan orang ini pun berlanjut.

More

Selamat Idul Fitri

Meski sudah telat, tetapi karena masih dalam bulan syawal, maka saya dan keluarga mengucapkan…

Maafkan segala khilaf, baik yang disengaja maupun tidak ya…

Sekarang skornya 0-0 ya.. :)

13 September 2010
-pungkyphia-

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.