Percakapan di suatu hari untuk menyemangati mereka…


Pada hari AIDS sedunia 1 Desember yg lalu, saya meng-update status di Facebook yg berbunyi:

“Hari AIDS sedunia..
Hate the disease, not the people.
Mari kita lawan epidemi penyakitnya & lawan diskriminasi thd pengidapnya. Jgn diskriminasi penderita AIDS. Kita lebih berbahaya bagi mereka ketimbang sebaliknya. Sepele bagi kita, serius bagi mereka. ♥ ”

Setelah itu, ada satu komentar (dari kakak kelas kuliah saya. Saya tidak kenal, tapi saya tahu orangnya) tentang status saya tersebut. Bunyinya:

mau ga nikah ma cowo yg mengidap HIV?

dari satu komentar itu, percakapan saya dengan orang ini pun berlanjut.

SAYA: saya percaya Tuhan. Jodoh dan kematian itu sudah di atur bukan.
Apapun itu kalo niatnya baik, Tuhan pasti kasih yg baik juga. Kalo misalnya (maaf) ada org yg dpt jdoh yg sdang sakit, bukankah itu juga mrupakan cobaan dr Tuhan? Jd, kita tggal memilih akan terus brjalan atau brhenti dgn sgla konsekuensinya. Yang pasti, semua rahasia Tuhan. Dan saya percaya apapun yg Tuhan berikan pd saya, itulah yg trbaik utk saya..

DIA: jodoh itu bisa dipilih, rosululloh saw sendiri memerintahkan agar ketika memilih jodoh mempertimbangkan 4faktor, yg pertama adl faktor agama. jadi kalau udah tau ada orang mengidap hiv kemudian melamar anda dan anda menerimanya ya itu pilihan anda..

SAYA: lho? Apa hubungannya dgn agama? ternyata anda berpikiran cethek ya. Org yg pnya penyakit hiv itu kan bkn berarti selalu krna seks. Ingat, ada byk penyebab org bisa kena pnyakit itu lho..

DIA: bukan masalah agamanya, tapi masalah jodohnya.. kita berhak menentukan jodoh yg terbaik buat kita.. silakan tanya pada ortu anda apakah mereka setuju jika anda menikah dg penderita hiv?

SAYA: eh, eh,,, katanya td itu pilihan saya. Kenapa situ yg ribut???

Setelah saya koment seperti itu, tidak ada balasan komentar dari dia. Saya pun menulis koment lagi.

SAYA: Status ini tujuannya untuk ngasih semangat buat org2 yg lagi kena penyakit & lg down & agar semua org jgn mengucilkan org2 yg pnya penyakit itu, kok malah ada org yg ngajak ribut..
Nggak bisa liat org pnya maksud baik yaaa…
Coba deh, posisikan jd org yg lg sakit, pasti juga pengen ada org yg mndukung & ngasih support kan. Bukan malah semakin merasa di kucilkan dgn pernyataan2 kayak gitu..
Dari sini aja, udah bisa di liat mana org yg tujuannya baik dan bukan..

SAYA: Oya, tlg gunakan media sosial utk yg baik2..
Jgn menjudge org seenaknya gitu di media sosial.
Coba posisikan diri anda sbagi penderitanya. Kalo anda yg sakit, bgaimana perasaan anda kalo ada org yg membicarakan penyakit anda sprti itu? Bgimana kalo ada yg mmbicartakan hal2 yg jelek trkait dgn prnyakit anda? Bgimana perasaan anda kalo org2 mmbicarakan utk mikirkan lg utk menikah dgn org yg pnya penyakit sprti anda?
Saya yakin, tnpa anda brbicara sprti itu, pendertita pnyakit itu sdh sadar bhwa org2 memang akn brpikir 2 kali utk mnikah dgn mreka krna mreka pnya penyakit itu.
Dan mungkin, kalau anda yg sakit, anda akan brpikir dua kali utk bertanya dan berkata seperti itu.
Coba pikirkan perasaan mereka. Itu juga kalo anda masih punya hati..

Dan dia nggak koment lagi. Maaf kalau akhirnya saya jadi emosi karena percakapan pendek ini.

Jujur, saya tidak suka dengan pernyataan-pernyataan yang dilontarkannya. Dia langsung menjudge buruk terhadap orang-orang yang terkena penyakit ini. Padahal yang saya tahu, dia dulu pernah jadi aktivis di organisasi kampus yang berbasis agama. Dulu kami juga pernah satu kepanitiaan di Himatika. Tidak menyangka saja dia ternyata begitu. Jadi, maaf saja kalau saya jadi emosi menanggapi koment-komentnya.

Saya sama sekali tidak ingin berdebat dan mengajak ribut siapapun dengan status ini. Seperti yang saya tulis di komentar terakhir saya, tujuan saya menulis status itu (karena hari itu juga sedang di peringati hari aids sedunia) adalah untuk memberikan semangat buat orang-orang yang sedang terkena musibah penyakit hiv/aids & sedang mengalami down karena mengetahui kalau dirinya sedang menderita penyakit tersebut. Saya juga berharap agar semua orang tidak mengucilkan orang-orang yang menderita penyakit tersebut.

Saya tidak suka melihat orang yang sok-sokan seperti itu. Iya, memang Rasulullah menganjurkan untuk memilih jodoh karena 4 perkara, dan yang pertama adalah agama. Tapi menurut saya, apa hubungannya dengan penyakit? Sungguh, saya hanya ingin mengetuk hati orang-orang agar mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Untuk tidak mengucilkan, menjauhi orang-orang tertentu yang punya kelemahan fisik, seperti catat, sakit, dsb.

Bukankah kita di anjurkan untuk memiliki teman sebanyak-banyaknya? Dan saya termasuk orang yang tidak suka memilah dan memilih teman karena hal-hal tertentu. Kalaupun saya memilih teman dekat, insya Allah itu karena sifat dan sikapnya (baik tidaknya orang tersebut) agar tidak ikut terbawa terhadap hal-hal yang kurang baik. Tapi bukan berarti menjauhi dan membencinya.

Orang yang terkena penyakit hiv/aids tidak selalu karena hubungan seks kan? Banyak hal lain yang menyebabkan orang terkena penyakit tersebut. Coba deh, posisikan diri kita sebagai orang yang terkena penyakit tersebut. Bagaimana perasaan kita kalau semua orang memandang dengan sebelah mata? Bagaimana rasanya kalau di kucilkan? Bagaimana rasanya kalau di jauhi, di sisihkan dan di benci?

Sekali lagi, saya hanya ingin membuka mata, hati dan pikiran semua orang untuk saling membantu. Saya hanya ingin mengajak semua orang untuk peduli, untuk mensupport mereka dengan cara kita. Setidaknya, satu hal kecil seperti ini dapat membantu membangkitkan semangat dan percaya diri mereka untuk bertahan melawan penyakit tersebut. Agar mereka tahu, bahwa di luar sana masih banyak orang-orang yang peduli terhadap mereka. Karena, tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna bukan?

So, mari support mereka yang sedang mengalami musibah dengan terkena penyakit, apapun itu.

 

07 Desember 2010
-phia-

11 thoughts on “Percakapan di suatu hari untuk menyemangati mereka…

  1. Mendukung dan membantu mereka yang terkena AIDS, itu pasti.
    Tapi, perihal menjadikan mereka pasangan hidup, tentu harus dipikirkan bersama satu keluarga. Yang kena HIV tentu harus jujur ama keluarga pasangan, dan sang keluarga pasangan itu pun jangan berlebihan dalam menanggapinya. Maka, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah itu wajib.🙂

    *duh malah komen kesana-kemari*😳

    • Wassalamu’alaikum..
      Wah, nggak kok, mas..
      Cuma berusaha ikut merasakan perasaan teman2 yg menderita suatu penyakit kalau ada yg membicarakan mreka seperti itu..
      Semoga bisa menyemangati mereka..🙂

  2. wah mb…
    jujur nih ya,,,
    sya kok malah bingung ya mbaca komen2an mb n kakak kls mb itu,,,
    malah muter2,,
    yg sana ngajak ngomong a tp mb pung mlah ngomong b
    jd mlah ndak nyambung,,,
    hehhe
    atau sy yg blm bsa nyambung…??
    tp kok sya ndak ikut emosi ya mb, mbaca komen kakak kls tsb ya?🙂
    hehe
    piisss mb,,
    jas mai opinien kok,,,
    -keep writing-

    • Hahahaaa… bingung ya, dek ida? Nggak usah bingung & nggak usah dipikirkan..
      Mungkin krna nulisnya rada2 emosi, jd malah tulisannya agak susah utk dimengerti.. hehehee..
      Aduh, jgn ikut emosi donk.hehee..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s