My Birthday…


Hay, hay, semuanya… Udah lama ninggalin rumah nih. Aduh, maaf ya kalau selama berkunjung ke sini kurang nyaman karena banyak debu dan kotoran dimana-mana. *bersih-bersih*

Ehem, akhirnya setelah beberapa bulan off nulis, sekarang bisa up-date blog lagi. Meskipun nggak akan nulis yang berat-berat sih. Sebenarnya, niat saya untuk up-date blog ini minimal sebulan sekali. Tapi karena satu dan lain hal, niat itu hanya sekedar niat tapi nggak ada realisasi. Harap maklum. Hehee.. Oke, mari mulai menulis..🙂

* * *

Hello, februari (Sudah agak basi sih, tapi nggak apa-apa laah).. Saya cukup berseri-seri ketika bulan ini datang. Entah, tapi rasanya di mata saya bulan ini berbeda dengan bulan yang lain. Saya sudah pernah menuliskan beberapa hal yang membuat saya suka dengan bulan Februari di sini. Dan betapa saya juga senang dengan angka 2 dan 8. Karena tanggal lahir saya yang cantik: 2288 (02021988).

Salah satu hal yang membuat saya suka dengan bulan ini adalah, karena saya akan selalu merayakan hari dimana saya keluar dari rahim seorang wanita yang luar biasa, wanita terhebat, wanita yang paling saya cintai dan sayangi, yang saya sebut sebagai IBU, dan pertama kalinya saya melihat dunia. So, thanks for my mother. Love you so much, mom. :* :* *Kiss-kiss,peluk-peluk*. Tiada kata seindah kata IBU yang terlantun dari bibir seorang anak.

Tepat pada tanggal 2 februari 2011 kemarin, setidaknya saya telah melewati 8.395 hari, 503.700 jam, 30.222.000 menit, 1.813.320.000 detik hidup di dunia ini. Jika 1 hari cerita hidup saya di tulis dalam 1 lembar kertas, maka dalam 23 tahun hidup ini saya telah menghabiskan 8.395 lembar kertas untuk menulis segala cerita yang saya lewati. Dari mulai keberuntungan, keajaiban sampai kegagalan. Mulai dari tawa terbahak sampai menangis tersedu yang menghabiskan airmata. Mulai dari semangat yang membara sampai keterpurukan yang mendalam. Ya, saya telah melewatinya. Tapi, perjalanan ini belum selesai. Masih banyak yang harus saya lewati. Entahlah, seberapa banyak lagi atau seberat apalagi, karena sesungguhnya kita tidak akan pernah tahu masa depan kita bukan? Apa yang akan terjadi pada kita kelak? Dan sampai kapan kita akan menghabiskan waktu di dunia ini?

Saya pernah merasa beruntung, sampai melambung di atas angin. Tapi saya juga pernah jatuh tersungkur. Dan saya tidak bisa melewati semua itu tanpa bantuan Allah SWT dan orang-orang yang dengan ikhlas mengulurkan tangannya untuk saya. Yang dengan rela membantu saya berdiri ketika jatuh, membantu saya berdiri tegak ketika saya goyah. Membantu saya berjalan ketika saya lumpuh atau membantu saya berlari kencang ketika saya tertatih. Dan saya bersyukur, karena meskipun saya pernah melewati masa-masa sulit itu, setidaknya saat ini saya masih bisa berdiri, berjalan, dan berlari walau tak seperti dulu. Iya, saya tahu semua tak akan pernah sama seperti dulu.

Belum lama ini bahkan saya sedang berada dalam masa tersulit. Setidaknya, “tersulit” dari cobaan-cobaan yang sulit selama hidup ini. Semuanya serba sulit. Terlalu berat ketika saya harus dihadapkan pada masalah ini. Saya, bahkan mengeluh pada Allah bahwa saya tidak kuat. Ya, maafkan saya , Ya Allah, karena sering mengeluh. Terima kasih untuk salah satu mbakku yang bersedia sebentar menampungku, dan mendengar segalanya. Terima kasih untuk semangatnya, untukku dan untuk Ibu. Terima kasih untuk beberapa sahabat baik, yang bersedia mendengarkan curhatku yang penuh “inisial” dan “misteri” karena ceritaku yang terpotong-potong dan tidak jelas dan terbuka. Terima kasih karena kalian cukup menjadi pendengar yang baik tanpa banyak tanya dan memberikan motivasi dan semangat agar aku bertahan. Iya, aku tahu semua cobaan itu harus di hadapi dan dijalani. Hanya saja, kemarin benar-benar dalam batas kesabaran dan aku merasa itu di luar batas kemampuanku. Tapi, kesimpulannya, aku tetap harus bertahan. Untuk Ibu. Iya, kalau masa depanku baik, itu hanya untuk Ibu. Untuk Ibu, Ibu, Ibu. Aku akan selalu ada di sampingmu, Ibu. Berjalan beriringan untuk menghadapi badai-badai itu. Mari berjuang bersama. Aku ada untukmu. I love you, mom. Love, love.. :*

Seperti orang-orang pada umumnya, di hari ulang tahun ini saya juga punya banyak mimpi dan harapan untuk kedepan yang semoga dapat terwujud pada waktunya. Hanya saja, Tuhan, tolong jangan buat saya terlalu muluk-muluk bermimpi. Bukan bermaksud untuk membatasi mimpi. Hanya, saya belum siap ketika harus jatuh. Rasa sakit itu mungkin memang berangsur menghilang, tapi bekasnya akan sulit untuk hilang. Saya hanya ingin kenyataan, bukan mimpi, Tuhan.

Semoga umur yang tersisa ini juga menjadi berkah. Semoga, saya bisa lebih kuat dalam menapaki hidup dengan jalan yang berliku dan tanjakan-tanjakan yang semakin terjal. Semakin kokoh berdiri meski badai menghantam dengan kerasnya.

Terimakasih untuk semua teman yang bersedia untuk melantunkan berbagai do’a untuk saya. Semoga do’a-do’a itu juga tercurah untuk teman-teman semua.. Amin.

 

04 Februari 2011
With love,

-p.h.i.a-

 

2 thoughts on “My Birthday…

    • Iya nih, dek. Hehehee… (sebenarnya aku juga udah lama nggak jalan2 ke blog teman2. hehee.. *buka rahasia*)

      Amin. Makasih ya, dek.. Nggak pernah ada kata terlambat untuk memberikan do’a.. hehee..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s