BIP ’08, PELANGIku yang indah


Foto Perdana BIP '08

Foto Perdana BIP '08

Banyak kenangan tentang kalian yang tidak mungkin terlupakan. 2 tahun lalu itu, sungguh pengalamanku yang luar biasa di organisasi. Dimana, perasaan sampai fisikku di aduk-aduk.

2008. Tahun itu, pertama kalinya aku menyandang posisi menjadi Ka.Bid. Posisi yang sama sekali tidak pernah terbayangkan olehku.

Jujur, pertama kali mendengar nama kalian di sebutkan oleh Taufik saat rapat PH pertama kalinya, aku sempat shock. Kenapa?? Karena ada beberapa nama yang tidak asing di telingaku. Dan sayangnya, maaf, ketidakasingan itu dalam hal yang kurang bagus menurutku.

Tapi sekali lagi, aku berusaha untuk positive thinking. Setelah rapat PH kali itu, aku langsung di ajak curhat oleh SekJend (yang setelah itu justru menjadi tempatku berkeluh kesah, sampai posisinya ku anggap sebagai ibu) dan setelah pembicaraan itu, aku berusaha yakin untuk menjalani semuanya dengan baik.

Aku juga masih ingat Rakosa pertama kita, yang setelahnya kita isi dengan foto bareng. Saat yang harusnya di isi dengan kegembiraan itu, aku justru harus mendengar kabar yang mengejutkan. Sungguh, pukulan pertama dan terberatku di organisasi saat itu. Malamnya aku menangis, dan membuat puisi, yang paginya aku berikan kepada Endra. Dan akhirnya membuat Endra bertahan.

Rapat pertama bidang kita (Bidang Informasi dan Penerbitan/BIP) di café 2. Tanggal 29 Januari 2008. Eheeemmm, sore-sore, hujan lebat. Aku masih ingat aku hujan-hujanan bareng umi untuk membeli kue tart karena Nana ulang tahun. Gelap-gelapan di café 2, kita merayakan ultahmu, Nduk. Masih ingatkah?

Up Grading pertama kita, aku bersyukur karena 5 dari 6 staf di bidang kita ikut. Pada up grading itu pun, pertama kalinya aku mendengar curhatan anakku. Ya, curhatan muthi, yang membuatku tidak melihat presentasi tugas BIP yang katanya seru banget dan hancur. Heheheee… Maaf ya, muthi, aku belum bisa jadi pendengar dan pemberi saran yang baik.

Selanjutnya, seakan apa yang aku takutkan di awal semuanya terjadi. Awalnya, aku masih bisa berdiri tegak meski 3 orang sudah menampakkan akan menghilang. Sampai akhirnya, aku benar-benar kehilangan kalian satu-persatu. Konflik internal tak terelakkan lagi. Hingga membuat aku kehilangan peganganku. Aku belum punya pengalaman apapun menjadi Kabid, belum pernah ada konflik internal dalam bidangku dulu (karena internal bidangku dulu yang cukup baik), sedangkan dalam kepengurusanku banyak cobaannya. Aku benar-benar tak berpengalaman. Aku benar-benar goyah oleh badai itu.

Untuk anak-anakku…

Nana, kamu anakku yang paling dekat denganku, Nduk. Bukan hanya dalam lingkup satu organisasi, tapi kamu juga telah menempatkan dirimu menjadi teman dekatku, dan anakku yang menjadi keluh kesahku. Terima kasih untuk satu tahun keaktifan dan tahun-tahun berikutnya untuk pertemanan ini. Terima kasih untuk tetap bertahan dalam terpaan badai yang selalu menerjang “keluarga” kita. Terima kasih untuk kekuatan itu. Sungguh, keberadaanmu di sisiku dan di BIP lah yang membuatku bertahan ada di sana. Terima kasih sudah menjadi anakku yang mengerti aku, tempat curhatku dan banyak membantu, Nduk. Ayo neng bonbin, Nduk (permintaanmu dua tahun lalu)… Gardu Pandang… Hahahahaaa….

Ulee, kamu juga anakku yang membuatku bertahan ada di BIP, Nduk. Kamu, secara tidak langsung, mengajariku banyak hal. Kamu anak yang sangat sulit untuk di pegang dengan erat, namun juga tak bisa ku pegang dengan lembut (seperti puisi yang kamu berikan padaku). Kamu luar biasa, mempunyai banyak potensi yang bias dikembangkan.🙂

Pertama berkerjasama denganmu di LSM, tidak pernah terbayang olehku kita akan bekerjasama lagi. Melihat sosokmu di BIP, aku seperti melihat replikaku, karena beberapa sifat kita yang mirip. Itu sebabnya aku tidak pernah bisa terlalu “mengusik”mu karena aku tahu betul sifat kita yang hampir sama. Aku juga tidak pernah menyangka kamu akan meneruskan perjuanganku. Pertama kali, kamu menggantikanku menjadi Koordinator Sie KSK LSM, aku tahu kamu akan menjadi penerusku yang baik, yang tentu saja lebih baik dariku (dengan konsep yang matang).

Apakah kamu melihat suatu keanehan antara Babe (mas Andhi), aku dan kamu? Mari kita lihat…

2007 2008 2009 2010
Mas Andhi Ka.Bid BIP HIMATIKA Ka.Dept KOMINFO BEM FMIPA
Pungky Staf BIP HIMATIKA Ka.Bid BIP HIMATIKA Ka.Dept KOMINFO BEM FMIPA
Yuli Staf BIP HIMATIKA Ka.Bid BIP HIMATIKA Ka.Dept KOMINFO BEM FMIPA

Tahun 2007, aku dan mas Andhi bekerjasama dalam satu bidang (mas Andhi jadi Ka.Bid & aku jadi stafnya). Lalu pada akhir tahun 2007, kami di demisioner dari kepengurusan HIMATIKA 2007. Tahun 2008, aku kembali mendaftarkan diri menjadi pengurus HIMATIKA, dan aku di tempatkan menjadi Ka.Bid BIP (secara tidak langsung menggantikan mas Andhi) dan kamu jadi stafku, sementara mas Andhi menjadi Ka.Dept KOMINFO BEM FMIPA. Lalu awal tahun 2009 kita semua di lengserkan dari kepengurusan. Tahun 2009, kamu menggantikan posisiku menjadi Ka.Bid BIP (tanpa paksaanku & lobbyingku karena aku tidak di rekrut menjadi tim formatur, meskipun aku di beri hak khusus oleh Ketuamu untuk ikut memilih dan menentukan staf-stafmu setelah kamu sudah terpilih menjadi Ka.Bid). Dan aku? Aku mendaftarkan diri menjadi pengurus BEM FMIPA dan akhirnya di tempatkan menjadi Ka.Dept KOMINFO, yang secara tidak sengaja menggantikan posisi mas Andhi (tanpa campur tangan dari mas Andhi karena dia sendiri telah mundur dari BEM pada pertengahan kepengurusannya. Dia juga baru tahu aku menggantikannya setelah aku menjadi pengurus). Heh, aneh bukan? Terakhir, kamu meneruskan perjuanganku menjadi Ka.Dept KOMINFO BEM FMIPA 2010 (sekarang Direktur BSO KOMINFO BEM FMIPA), setelah aku di lengserkan pada Januari 2010. Dan, sekali lagi, tanpa campur tanganku (lobbyingku), karena aku tidak di ikutsertakan dalam tim formatur. Aku juga baru tahu kamu menjadi pengurus di BEM setelah kamu memberi kabar bahwa kamu menggantikan posisiku. Aku bahkan tidak menyangka kalau kamu akan mendaftar di BEM FMIPA. Hohohoo, suatu kebetulan yang aneh kan? Pada dua organisasi ini kita saling meneruskan, sedangkan di organisasi lain justru kita tidak saling bekerjasama.

Dimas, di awal kepengurusan kamu menjadi teman diskusiku tentang BIP. Aku tahu kamu sangat berpotensi. Tapi entah, kamu tidak menunjukkan ketertarikanmu di jurnalistik lagi, padahal yang ku tahu kamu sangat suka dunia ini dari kamu SMA. Kamu adalah lay outer terbaik yang pernah ku punya dan ku kenal. Kamu, lay outer nomor satu, yang hasil lay out-nya menurutku paling kena. Luar biasa di mataku. Kamu juga (bersama Nana dan Ulee), menjadi penyanggaku untuk bertahan di BIP sampai pertengahan kepengurusan. Setelah itu, kamu juga menghilang, Dim. Meninggalkan kami bertiga untuk berjalan tanpamu. Benar-benar berat.

Maaf ya, mungkin aku terlalu keras padamu. Kamu sering kena omelanku. Tapi tak pernah ada maksud buruk dengan kata-kata dan sikapku terhadapmu. Aku hanya ingin kamu sedikit saja mengikuti jalanku, karena kamu juga sangat sulit untuk di gandeng. Tapi, terima kasih untuk kejujuranmu.🙂

Muthi, tak banyak yang bisa ku ceritakan tentang dirimu, Mut. Karena kita tidak dekat. Maaf ya, Muthi. Sungguh, keputusan yang sangat berat ketika kami harus me-reshuffle-mu. Kami masih ingin kamu ada di BIP, tapi kami juga ingin kondisi yang lebih baik.

Endra, kamu anak pertama yang membuatku menangis dengan keputusanmu. Maaf, mungkin secara tidak langsung aku memaksamu untuk tetap tinggal. Sebenarnya buka salahmu ketika kamu benar-benar menghilang. Kamu sudah menjelaskan di awal, namun karena kamu akhirnya memutuskan untuk tetap ada di BIP, justru memperburuk keadaan BIP, dan keadaanku denganmu. Maaf untuk sikapku selama ini.

Umi, aku juga tak bisa banyak menceritakan dirimu. Kita memang sekelas, namun kita tidak terlalu dekat. Aku hanya tahu beberapa hal tentang dirimu yang terlihat selama di kelas. Di luar itu, aku tidak tahu. Apalagi, saat kita bareng di BIP, kamu jarang masuk kelas. Aku baru tahu saat membaca tulisan yang kamu kirimkan di emailku. Aku sudah membacanya, Umi. Maaf, aku baru tahu saat kita sudah di lengserkan dari BIP. Jadi, maaf untuk sikapku padamu karena ketidak aktifanmu di BIP.

The last, Olin, kamu anak baru yang mengisi kekosongan di BIP, yang menggantikan posisi Muthi. Aku juga tidak terlalu dekat denganmu karena kamu baru bergabung di pertengahan kepengurusan dan kamu juga sedikit menghilang. Terima kasih karena sudah bersedia menggantikan posisi Muthi.

Hhffftt, tahun 2008, adalah tahun yang sangat luar biasa untukku. Banyak ujian yang datang. Luar biasa. Namun, semua itu yang mengajarkanku akan kesabaran, keikhlasan.

Di kepengurusan itu aku banyak menangis, banyak curhat. Makasih, Babe, yang masih mau mendengarkan curhatanku walau Babe sudah tidak menjadi Babeku di tahun itu. Sampai suatu saat, Babe menyadarkanku akan satu hal dan aku tak pernah curhat lagi sama Babe. Dan makasih juga untuk simbah, Mas Andry, yang bersedia sharing tentang BIP dan untuk pukulan tepat sasaran yang menguatkan di Sidang Umum. Makasih sudah membuatku menangis dengan sukses. Hehehee…

Karena banyak hal yang telah terjadi di tahun ini, rasanya tidak lengkap jika teman-teman HIMATIKA 2008 tidak ku sebutkan di sini. Maaf ya, tidak bisa ku ceritakan satu-satu, karena 60 orang itu terlalu banyak. Bisa-bisa blog ini penuh dengan cerita tentang kalian. Heheheee…
Aku cuma bisa mengucapkan terima kasih untuk keluarga besar itu. Kalian sungguh luar biasa. Aku bisa mengenal karakter-karakter baru lagi.🙂

Rakosa Perdana HIMATIKA '08

Foto-fofo habis Rakosa Perdana HIMATIKA '08🙂

Oh, ya, sedikit mengupas PH (Pengurus Harian) aja ya… Biar kalian juga ikut ngeksis di sini. Heheheee…🙂

Pengurus Harian HIMATIKA '08

Makasih, Taufik, sudah bersedia mendengar banyak keluh kesahku dan sudah memberi kebijakan-kebijakan untuk BIP. Maaf ya, kami sering nggrenengi dirimu. Hahahaa… Kamu udah tahu kan?

Makasih “ibuk” Danik, yang bersedia mendengarkan curhatanku setiap waktu. Makasih juga sudah membantu mengurusi internal BIP. :) Sungguh, ibuk adalah SekJend yang luar biasa. Kadang aku masih membandingkanmu dengan SekJendku di organisasi lain. Dan kamu masih tetap yang terbaik di mataku.🙂

Untuk teman-teman PH yang lain, Ani (Sekretaris & sahabat terbaikku), Putri (Bendahara & keluargaku di BIP dulu), Irfan (Direktur BSO TIMM), Diana (Direktur BSO Danus), Mbak Desi (Ka.Bid P2), Asri (Ka.Bid Kesravo), Mas Iyok (Ka.Bid Kaderisasi), dan Rijar (Ka.Bid Orsen). Terima kasih ya untuk semuanya. Untuk kerjasamanya. Untuk uluran tangannya saat aku sedang jatuh. Terima kasih untuk kekuatan itu. 🙂

Foto terakhir kita di HIMA nih... hiks,,😥

Terima kasih untuk warna-warni kehidupan di HIMATIKA, karena kita adalah PELANGI…🙂

Aku kangen kaliaaaannn.🙂

Oya, selamat menjalankan KKN ya buat Nana, Ule, Olin, Muthi dan Endra.

2 thoughts on “BIP ’08, PELANGIku yang indah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s